KAUM SOFIS DI ERA DEMOKRASI MASA KINI
Mungkin kalian baru tau
atau jarang melihat judul yang senada dengan artikel ini, dan kenapa saya buat
judul seperti itu ?
Yaa… karena akhir - akhir ini saya melihat kondisi di Indonesia saat ini (yang sistemnya demokr@si), khususnya dunia politik, yang di dalamnya muncul pro dan kontra antar politisi, antara masyarakat dengan pemerintah, atau bahkan orang–orang di dalam pemerintahan itu sendiri.
Hal ini bisa terjadi, mungkin dikarenakan kurangnya pemahaman tentang makna demokrasi sebenarnya dan bagaimana menjalankannya.
Yaa… karena akhir - akhir ini saya melihat kondisi di Indonesia saat ini (yang sistemnya demokr@si), khususnya dunia politik, yang di dalamnya muncul pro dan kontra antar politisi, antara masyarakat dengan pemerintah, atau bahkan orang–orang di dalam pemerintahan itu sendiri.
Hal ini bisa terjadi, mungkin dikarenakan kurangnya pemahaman tentang makna demokrasi sebenarnya dan bagaimana menjalankannya.
Arti Sofis
Dan hal itu juga
meningatkan saya pada sejarah yang pernah saya baca mengenai ‘sekelompok orang
pada abad ke 5 pertengahan di Athena’. Maka dari itulah saya membuat artikel
ini.
Mungkin beberapa dari
kita yang tau sejarah atau konsep dasar demokrasi, tentunya tidak asing dengan
kaum sofis atau sofisme. Bagi yang belum tau,
baca artikel ini mengenai kaum sofis.
Dan bagi yang sudah tau, ada hal lain yang berkaitan
dengan kaum sofis.
Secara etimologi,
kata sofis berarti bijaksana, kebijaksanaan, berpengetahuan.
Dahulunya gelar sofis merupakan semacam pujian kepada orang yang
bijak atau berpengetahuan dalam hal tertentu. Tetapi gelar atau julukan
tersebut berubah, yang awalnya sebagai pujian atau gelar yang ‘wow’ lalu
berubah menjadi sebuah kata ejekan. Dalam bahasa Inggris misalnya, kata
“sophist” diartikan sebagai seorang yang menipu melalui argumentasi-argumentasi
yang tidak sah.
Hal tersebut
dikarenakan dahulu sekitar abad ke 5 pertengahan di Athena (ibu kota
Yunani pada saat itu), setelah perang dengan Persi, Athena pada saat
itu berkembang pesat dalam hal ekonomi dan politik. Ternyata dengan masa
keemasan tersbut, Athena juga butuh perkembangan dalam bidang pendidikan.
Pada masa itu, kemampuan berbicara dengan baik, meyakinkan orang di depan publik dengan retorika yang khas merupakan pendidikan yang sangat diutamakan. Karena hal itu juga berpengaruh pada kemajuan politik, yakni dengan sistem demokrasi di Athena. Dari sinilah kaum sofis mengambil peluang untuk mengajarkan kepada mereka mengenai pendidikan itu.
Pada masa itu, kemampuan berbicara dengan baik, meyakinkan orang di depan publik dengan retorika yang khas merupakan pendidikan yang sangat diutamakan. Karena hal itu juga berpengaruh pada kemajuan politik, yakni dengan sistem demokrasi di Athena. Dari sinilah kaum sofis mengambil peluang untuk mengajarkan kepada mereka mengenai pendidikan itu.
Mereka (kaum sofis)
merupakan orang-orang yang lihai, indah, dan menarik dalam berbicara. Mereka
menggunakan kelebihannya itu untuk tujuan komersial, bukan untuk berfikir
dengan tujuan mencari kebenaran, mereka meminta uang mengenai pengajaran yang
mereka berikan.
Yang lebih kejam lagi,
dahulu para sofis ini mulai masuk ke dalam
negara/pemerintahan, untuk membenarkan perbuatan atau tindakan penguasa melalui
argumennya .
Yang pada saat itu pula,
Socrates hidup pada masa atau zaman yang sama dengan kaum sofis. Ia
membantah dan menanyakan kepada mereka persoalan-persoalan yang radikal untuk
dipertanyakan. Dikarenakan hal itu, ia dihukum karena menyesatkan para pemuda
Athena dan hal lain yang dianggap kurang baik, selain itu ia juga dianggap
telah melecehkan para dewa(kalau di zaman ini, Socrates bisa dikatakan
sebagai oposisi).
https://www.pinterest.com/pin/137500594849711377/ |
________________________________________________________________
Berhubungan dengan era demokrasi saat ini, khususnya di Indonesia. Bagaimana dan siapa kaum sofis di Indonesia saat ini ?
Sofisme saat ini dipahami yang dipahami oleh
kebanyakan orang ialah sebagai sesat pikir yang sengaja dilakukan untuk menyesatkan
orang lain atau melakukan pembenaran dengan argumen yang aslinya tidak sah.
Maka dari itu tak heran jika saat ini ada seseorang yang
mempertahankan argumen akan dicap sebagai sofis.
Padahal
tidak seperti itu, jika kita kembali pada sejarah mengenai kaum sofis ini,
maka kita akan tau asbabun nuzul dari istilah sofis. Sejarah singkatnya
ialah, bahwa mereka merupakan orang-orang yang menggunakan kelebihan (lihai, indah,
menarik dalam berbicara) untuk membenarkan segala kebijakan penguasa demi
tujuan komersil.
Berdasarkan kesimpulan
sejarah itu, maka kurang tepat jika kita menuduh seseorang dengan
istilah sofis dikarenakan orang yang kita cap sebagai sofis itu membenarkan argumennya (berargumen).
Lebih tepatnya
kata sofis itu ditempelkan kepada orang yang berambisi membenarkan
semua kebijakan penguasa (tidak memperhatikan baik atau buruk, benar atau salah)
dengan tujuan komersil (meski tujuan tersebut tidak ditampilkan ke publik).
So, penggunaan istilah
semacam itu paling tepat diletakkan pada orang yang pro dengan semua kebijakan
pemerintah (tidak memperhatikan baik atau buruk, benar atau salah), bukan malah
digunakan kepada semua orang, apalagi ditempelkan kepada anti rezim atau
oposisi (padahal oposisi dalam Negara Demokrasi itu cukup penting, untuk
mengendalikan / menyeimbangkan kebijakan - kebijakan penguasa).
Tapi, saat ini kita
lihat di negera kita ‘terbolak balik’, absurd, dan hal ini merupakan salah satu
yang menjadi pemicu turunnya indeks demokr@si di Indonesia (IDI). Sebenarnya masih
banyak hal lain yang menjadikan turunnya indeks demokr@si di Indonesia, namun
saya tidak dapat menjelaskannya, karena topiknya hanya mengenai salah satu
turunnya indeks demokr@si di Indonesia (IDI) .
Dari hal itu pula, saya
pribadi melihat bahwa di Indonesia yang ‘katanya’ bersistem demokr@si tidak
sepenuhnya mengimplementasikan budaya demokrasi, karena ada beberapa kejanggalan
penerapan demokrasi di Indonesia ini.
Itulah analisis saya
mengenai salah satu penyebab turunnya Indeks Demokr@si di Indonesia (IDI) .
ALLAHU ’ALAM _______
Comments
Post a Comment